Search

Hari Selasa, 11 Agustus 2026 kemarin menjadi hari yang sangat berkesan buat saya. Sebagai dosen Sistem Informasi di UIN STS Jambi, saya mendapatkan kehormatan luar biasa untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara "Workshop Transformasi Laboratorium Pendidikan MIPA Berbasis AI, IoT, dan Educational Robotics menuju Smart Laboratory Abad 21 Pada Laboratorium Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Universitas Jambi 2026".
Acara keren ini diselenggarakan di Ruang Aula lantai 3, Gedung Unifac Universitas Jambi. Suasana aulanya hangat sekali, dipenuhi para dosen, guru-guru hebat, pranata laboratorium, hingga adik-adik mahasiswa yang sangat antusias untuk membawa laboratorium mereka melompat ke masa depan.

Pagi yang Inspiratif: Robotika dan Roadmap Laboratorium.

Acara dibuka dengan sangat hangat oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Supian, S.Ag, M.Ag., yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan 3 FKIP UNJA, Prof. Dr. Drs. Hendra Sofyan, M.Si. Setelah jeda kopi (coffee break) singkat, sesi pertama dimulai oleh rekan narasumber saya yang luar biasa, Pak Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs., dengan moderator Ibu Dian Pertiwi Rasmi, S.Pd., M.Pd.. Beliau mengupas tuntas tentang implementasi Educational Robotics dan bagaimana menyusun peta jalan (roadmap) menuju Smart Laboratory PMIPA. Seru banget melihat bagaimana teknologi robotika mulai dirancang untuk memudahkan berbagai eksperimen ilmiah di laboratorium sekolah maupun kampus!

Sesi Siang: Memasak Data dengan "Asisten Koki" AI 

Setelah beristirahat dan makan siang (ISHOMA), tibalah giliran saya naik ke atas panggung di Sesi II. Didampingi moderator yang luar biasa, Pak Doni Lopian Hendri, M.Pd., saya membawakan materi utama bertajuk "Transformasi Laboratorium Pendidikan MIPA Menuju Smart Laboratory Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT)".
Saya ingin sesi ini berjalan santai dan interaktif tanpa kesan kaku atau terlalu teoritis. Karena itu, saya memperkenalkan dua "asisten masa depan" yang siap mengubah cara kita memperlakukan data eksperimen dan mengelola pengetahuan di lab:

Google Colab Data Science Agent: Sang "Asisten Koki" Dapur Data.

Bagi sebagian besar praktikan atau guru, mendengar istilah "analisis data" atau "coding Python" di Google Colab mungkin terdengar mengerikan. Di sini saya mengenalkan analogi sederhana agar lebih mudah dipahami:Google Colab itu ibarat dapur tempat kita memasak data.Data Science Agent (berbasis Gemini) adalah Asisten Koki berpengalaman yang siap membantu kita.
Kita tidak perlu pusing menulis kode pemrograman dari nol. Cukup beri instruksi yang jelas dengan rumus 3K (Konteks, Keinginan, dan Batasan), maka sang asisten koki akan menuliskan kode Python otomatis, menyiapkan resep, memotong bahan, hingga memasaknya. Tugas kita sebagai "kepala koki" tinggal mencicipi dan memastikan hasilnya sudah pas!
Banyak peserta yang sempat khawatir: "Pak Yerix, apakah aman jika AI membaca seluruh data sensitif penelitian kami?" Tentu saja aman! Saya jelaskan bahwa agen AI ini bekerja sangat sopan. Dia tidak menguras seluruh privasi file kita, melainkan hanya membaca "kartu nama data" saja—seperti nama kolom, tipe data, dan beberapa baris sampel paling atas. Sangat efisien dan aman!

Gemini Notebook: Si "Siswa B" yang Setia pada Sumber Data 

Selain mengolah data eksperimen, tantangan besar di laboratorium adalah menumpuknya dokumen penelitian, jurnal ilmiah, dan panduan praktikum. Untuk itu, saya memperkenalkan Gemini Notebook (yang sebelumnya kita kenal dengan nama NotebookLM).
Saya mengajak peserta membayangkan analogi dua tipe siswa menghadapi ujian:

  • Siswa A (AI Biasa): Belajar dengan membaca miliaran buku di internet. Jawabannya bisa sangat pintar, tetapi rentan mengarang bebas atau berhalusinasi saat ditanya hal spesifik.
  • Siswa B (Source-Grounded AI / Gemini Notebook): Masuk ruang ujian hanya membawa dokumen spesifik yang kita letakkan di mejanya. Dia dilarang keras menjawab di luar materi tersebut, dan setiap kali menjawab, dia wajib menunjukkan kalimat dan halaman berapa yang menjadi alasannya (dilengkapi sitasi langsung yang bisa diklik!).

Peserta sangat bersemangat saat kami melakukan demonstrasi fitur-fitur canggih di Studio Panel. Hanya dengan beberapa klik, dokumen lab yang tebal bisa disulap secara instan menjadi:
  • Audio Overview: Rangkuman berformat diskusi podcast santai antara dua host AI yang asyik didengar di perjalanan.
  • Mind Map & Slide Deck: Memetakan keterkaitan konsep yang rumit dan menyusun draf presentasi dalam hitungan detik.
  • Quiz & Flashcards: Alat evaluasi cepat untuk menguji pemahaman praktikan.
Kami juga mempraktikkan alur kerja manajemen ide dengan fitur Save to Note dan Combine Notes. Dari hasil diskusi chat, poin-poin penting langsung disimpan dan digabungkan menjadi draf laporan riset laboratorium yang utuh dan siap pakai.

Refleksi Akhir: Langkah Nyata Menuju Laboratorium Abad 21 

Setelah pemaparan, kami melanjutkan dengan sesi tanya jawab, refleksi bersama, dan penutupan. Bahagia sekali rasanya melihat binar kepuasan dan ide-ide baru yang bermunculan dari para peserta. Transformasi menuju Smart Laboratory abad ke-21 bukan lagi sekadar impian atau wacana di atas kertas, melainkan langkah nyata yang sedang kita bangun bersama hari ini.
Terima kasih banyak untuk segenap pimpinan FKIP Universitas Jambi, panitia pelaksana yang luar biasa ramah, dan tentunya seluruh peserta yang hadir dengan energi positif yang menular. Sampai jumpa di kolaborasi dan petualangan teknologi berikutnya!


No comments