Search
Di era data dan teknologi digital, kemampuan pemrograman bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Mahasiswa Sains Informasi Geografi berhadapan dengan data, analisis, dan pemodelan yang menuntut cara berpikir logis dan sistematis. Oleh karena itu, mata kuliah Dasar Pemrograman dirancang sebagai pintu masuk untuk membangun kemampuan tersebut melalui bahasa pemrograman Python.
Python dipilih karena memiliki sintaks yang sederhana, mudah dipahami, dan sangat ramah bagi pemula. Mahasiswa dapat langsung fokus pada logika dan penyelesaian masalah tanpa terbebani oleh aturan teknis yang rumit. Pendekatan ini sesuai dengan rekomendasi pembelajaran pemrograman untuk pemula yang menekankan kemudahan belajar dan kejelasan konsep sejak awal.
Tujuan dan Rencana Capaian Mata Kuliah
Mata kuliah Dasar Pemrograman disusun menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Artinya, seluruh proses pembelajaran diarahkan pada capaian yang jelas dan terukur. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar pemrograman dan computational thinking, menerapkan sintaks serta struktur dasar Python, dan mengembangkan program Python sederhana untuk mendukung pengolahan data, khususnya yang relevan dengan Sains Informasi Geografi.
Capaian ini dirancang secara bertahap, mulai dari memahami konsep, mempraktikkan penulisan kode, hingga mampu membangun solusi sederhana secara mandiri. Pendekatan bertahap ini mengikuti Taksonomi Bloom Revisi, sehingga mahasiswa tidak “melompat jauh”, tetapi berkembang secara sistematis sesuai tahap belajarnya .
Bagaimana Mata Kuliah Ini Dijalankan?
Mata kuliah ini tidak mengasumsikan mahasiswa sudah bisa coding. Pembelajaran dimulai dari nol, dengan mengenalkan cara berpikir algoritmik dan konsep input–process–output. Setelah itu, mahasiswa secara perlahan diperkenalkan pada Python, mulai dari menulis program sederhana, menggunakan variabel dan tipe data, hingga mengelola alur program dengan percabangan dan perulangan.
Proses belajar lebih banyak dilakukan melalui praktik langsung. Mahasiswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga menulis kode, menjalankan program, memperbaiki kesalahan, dan melihat hasilnya secara nyata. Pendekatan learning by doing ini membantu mahasiswa lebih cepat memahami konsep dan membangun kepercayaan diri dalam menulis program.
Keterkaitan dengan Sains Informasi Geografi
Walaupun bersifat dasar, mata kuliah ini tidak dilepaskan dari konteks keilmuan mahasiswa. Studi kasus dan mini project diarahkan pada pengolahan data sederhana yang dekat dengan dunia geografi, seperti data numerik, atribut, atau koordinat. Dengan cara ini, mahasiswa memahami bahwa pemrograman bukan tujuan akhir, melainkan alat bantu untuk analisis data dan pemecahan masalah di bidang geospasial.
Pendekatan kontekstual ini penting agar mahasiswa tidak melihat pemrograman sebagai mata kuliah “terpisah”, tetapi sebagai fondasi yang akan digunakan kembali pada mata kuliah lanjutan seperti Sistem Informasi Geografis, analisis data spasial, penginderaan jauh, hingga WebGIS.
Mengapa Mata Kuliah Ini Penting?
Mata kuliah Dasar Pemrograman berperan sebagai pondasi kompetensi digital bagi mahasiswa. Kemampuan menulis program sederhana melatih cara berpikir logis, terstruktur, dan berbasis data. Lebih dari sekadar menulis kode, mahasiswa belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis dan efisien.
Dengan bekal dasar Python, mahasiswa Sains Informasi Geografi diharapkan lebih siap menghadapi tantangan pengolahan data dan transformasi digital, baik dalam studi lanjutan maupun di dunia kerja. Mata kuliah ini menjadi langkah awal untuk membangun literasi komputasi yang semakin dibutuhkan di berbagai bidang keilmuan.
Penutup
Dasar Pemrograman bukan tentang menjadi programmer profesional dalam satu semester, melainkan tentang membangun cara berpikir komputasional yang kuat. Dengan pendekatan OBE, pembelajaran yang bertahap, dan konteks yang relevan dengan geografi, mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan fondasi yang kokoh bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia data dan teknologi yang terus berkembang.
- Historical GIS: Memetakan lokasi bersejarah secara digital.
- Social Network Analysis (SNA): Memvisualisasikan jaringan sanad dan hubungan tokoh sejarah menggunakan data.
- Text Mining: Menggunakan alat seperti Voyant Tools untuk membaca pola dalam ribuan naskah arsip secara cepat.
![]() |
| Foto bersama HMPS SPI |
![]() |
| Sumber gambar : Google |
Apa Itu SRS?
Mengapa SRS Penting?
- Mengurangi miskomunikasi antara stakeholder dan developer.
- Menjadi acuan utama dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan sistem.
- Mempermudah estimasi waktu dan biaya proyek.
- Dokumentasi permanen jika suatu saat perlu dilakukan pengembangan lanjutan.
Struktur Umum Dokumen SRS
Berikut struktur umum penyusunan dokumen SRS yang bisa kamu ikuti:- Judul proyek
- Deskripsi sistem
- Tujuan pengembangan
- Referensi dokumen lain (misalnya dokumen studi kelayakan)
- Fungsi utama sistem
- Karakteristik pengguna
- Batasan sistem
- Asumsi dan ketergantungan
- Pengguna dapat melakukan login.
- Admin dapat mengelola data pengguna.
- Sistem mengirim notifikasi email saat ada transaksi.
- Performa sistem (misalnya respon maksimal 2 detik)
- Keamanan (contoh: login menggunakan enkripsi)
- Ketersediaan sistem (misalnya uptime 99%)
- Antarmuka pengguna (UI/UX)
- Antarmuka perangkat keras atau eksternal (misalnya API atau alat input)
- Glosarium istilah teknis
- Diagram use case, flowchart, atau ERD
- Mockup atau wireframe
- Pencatatan Surat Masuk Digital: Menggantikan buku agenda manual dengan input data yang terkomputerisasi.
- Pengarsipan Digital: Seluruh surat fisik di-scan dan diunggah ke dalam sistem, sehingga memudahkan pencarian dan mengurangi risiko kehilangan dokumen.
.png)
Apa saja jenis Algoritma Sorting itu ?
Bubble Sort
Sebagaimana dari namanya “bubble”, konsep dari ide dasarnya adalah seperti “gelembung air” yang secara berangsur-angsur bergerak atau berpindah ke posisinya yang tepat. Bubble sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya. Cara kerjanya adalah dengan berulang-ulang melakukan traversal (proses looping) terhadap elemen-elemen struktur data yang belum diurutkan. Di dalam traversal tersebut, nilai dari dua elemen struktur data dibandingkan, apabila datanya belum urut maka akan dilakukan pertukaran. Maka, dapat dikatakan bahwa membandingkan masing-masing item dalam suatu data yang diberikan secara berpasangan merupakan konsep dari algoritma jenis bubble sort. Bubble sort akan berhenti ketika seluruh array telah diperiksa dan tidak ada pertukaran lagi yang bisa dilakukan, serta tercapai perurutan yang telah diinginkan.
Insertion sort
Merge sort
Quick sort
Sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2023/09/19/030000969/pengertian-dan-jenis-jenis-algoritma-sorting
Struktur data dan algoritma adalah dua konsep fundamental dalam ilmu komputer yang saling berkaitan dan menjadi dasar dari pemrograman. Memahami keduanya sangat penting untuk mengembangkan aplikasi yang efisien dan dapat diskalakan. Pentingnya memahami struktur data dan algoritma yaitu :
- Efisiensi: Memilih struktur data dan algoritma yang tepat dapat membuat program berjalan lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit sumber daya.
- Pemecahan Masalah: Memahami algoritma membantu dalam memecahkan masalah dengan cara yang lebih terstruktur dan logis.
- Dasar untuk Topik Lain: Banyak konsep lanjutan dalam ilmu komputer, seperti kecerdasan buatan dan analisis data, bergantung pada pemahaman yang kuat tentang struktur data dan algoritma.
- RPS dan Kontrak Perkuliahan
- Materi 1 - Pendahuluan
- Materi 2 - Review Python
- Materi 3 - Konsep OOP
- Materi 4 - Representasi Algoritma
- Materi 5 - Struktur Data dalam Python
- Materi 6 - Array
- Materi 7a - Algoritma Bubble Sort
- Materi7b - Algoritma Selection Sort
- Materi - Algoritma Sorting
- Materi 8 - Struktur Data Stack
- Materi - Struktur Data Queue
- Materi - Struktur Data Trees
- Video : Roundtable #27: Dasar Struktur Data & Algoritma di Python (youtube.com)
- Website : https://www.w3schools.com/dsa/dsa_data_binarytrees.php
- RPS dan Kontrak perkuliahan
- Konsep Tata Kelola TI Download
- Cobit untuk Tata Kelola IT Download
- Governance Stakeholder Download
- Cobit Principles Download
- Governance System and Components Download
- Focus Areas and Design Factor Cobit Download
- Goal Cascade Download
- EDM Download
- APO Download
- BAI Download
- DSS Download
- MEA
- Ujian Akhir Semester Link
Dalam proses akhir dari pengembangan sebuah sistem yaitu melakukan implementasi dan pemeliharaan. Berikut materi yang akan kita dalami dalam pertemuan implementasi dan maintance sistem Download
Strategi pengujian perangkat lunak klasik dimulai dengan pengujian kecil dan bekerja keluar menuju pengujian besar. Dalam pengujian OO dimulai dengan pengujian unit kemudian berlanjut ke pengujian integrasi dan berakhir dengan validasi dan pengujian sistem.
- Pengujian unit
Unit terkecil yang dapat diuji di dalam perangkat lunak OO adalah kelas. Pengendalian kelas dikendalikan oleh operasi-operasi yang terenkapsulasi dalam kelas dan perilaku state dari kelas tersebut
- Pengujian integrasi
- Pengujian validasi
Pada kesempatan perkuliahan tranintegrasi ini, saya akan membagikan materi tentang Digital Marketing for Beginner by Janet Valentina. Dalam materi ini janet memaparkan mengenai apa itu digital marketing, bagaimana digital marketing bekerja, bagaimana karir di digital marketing dan bagaimana keadaan digital marketing secara global dan juga di Indonesia. Bagi mahasiswaberminat untuk mendalami digital marketing, mari bergabung dengan sumber pelatihan online seperti google dan facebook resource, platform pembelajaran online, bergabung dengan komunitas online digital marketing dan lewat buku-buku digital marketing beredar luas. Banyak sumber yang bisa kita manfaatkan, selagi keinginan untuk belajar itu masih ada. Selalu penasaran dengan ilmu baru, selalu update perkembangannya, dan berani mencoba.
Link Materi : Download
Absensi zoom : Link absen
Tim 19
Tim 13
Agenda pembelajaran :
- Pendekatan strategis terhadap pengujian perangkat lunak
- Pengujian modul perangkat lunak
- Pengujian terintegrasi
- Uji Validasi
- Pengujian sistem
- Seni debugging
Agenda pembelajaran Pengembangan Perangkat Lunak
- Sumber perangkat lunak aplikasi.
- Mengorganisir proyek pengembangan perangkat lunak.
- Merancang dan memprogram perangkat lunak.
- Mengukur produktivitas dalam pengembangan perangkat lunak.
- Memproduksi perangkat lunak berkualitas tinggi.
- Merencanakan proyek siklus hidup pengembangan perangkat lunak.
Pengumpulan Tugas 1 : Link Tugas
Pengumpulan Tugas 2 : Link
Pengumpulan Tugas 3 : Link
Contoh RFP : Download
Popular Posts
-
Dunia pendidikan tinggi saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang menarik. Sebagai dosen, kita tidak lagi hanya dituntut untuk menja...
-
Di era data dan teknologi digital, kemampuan pemrograman bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Mahasiswa Sains Inform...
-
Seringkali, bagian tersulit dari menulis skripsi bukanlah bab hasil atau pembahasan, melainkan Latar Belakang . Banyak mahasiswa terjebak m...
-
Image generate from ChatGPT Sebagai dosen dan praktisi Sistem Informasi, saya cukup sering berdiskusi dengan mahasiswa, founder startup, hin...
-
Di era digital, kegagalan sebuah sistem informasi sering kali bukan disebabkan oleh teknologi, melainkan karena kesalahan memahami kebutuhan...





.jpeg)
.jpg)







.jpg)
















