Search

Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Selamat Datang di Mata Kuliah Testing dan Implementasi Sistem !
Generate by Gemini

Pernah nggak sih kamu install aplikasi baru, terus tiba-tiba nge-crash pas lagi dipakai? Atau pernah dengar cerita sebuah sistem pemerintahan yang error total di hari pertama diluncurkan, padahal sudah disiapkan bertahun-tahun? Nah, hal-hal semacam itu biasanya bukan karena programnya "kurang canggih", tapi karena satu tahap penting yang terlewat atau dikerjakan asal-asalan: testing dan implementasi.

Di semester ini, kita akan sama-sama belajar bagaimana caranya memastikan sebuah sistem informasi benar-benar siap sebelum digunakan oleh orang banyak dan bagaimana caranya "menurunkan" sistem itu dari laptop developer ke tangan pengguna nyata tanpa bikin kekacauan. Tulisan ini adalah pengantar singkat sebelum kita mulai perkuliahan, supaya kamu punya gambaran mau dibawa ke mana MK ini.

Kenapa MK Ini Penting Buat Kamu?

Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, cepat atau lambat kamu akan terlibat dalam proyek pengembangan sistem, entah sebagai developer, business analyst, project manager, atau memang sebagai software tester/QA. Faktanya, kemampuan testing dan implementasi ini termasuk yang paling dicari di dunia kerja, karena:

  • Hampir semua perusahaan software butuh orang yang bisa memastikan aplikasi mereka benar-benar jalan sebelum dirilis ke publik.
  • Kesalahan implementasi (migrasi data yang berantakan, user yang nggak dilatih, dokumentasi yang nggak jelas) sering jadi penyebab gagalnya proyek IT, bukan karena kodenya jelek, tapi karena penerapannya yang kurang matang.
  • Skill ini lintas peran. Baik kamu jadi programmer, analis, atau konsultan IT, kamu tetap akan berhubungan dengan proses testing dan implementasi.

Singkatnya: ini bukan mata kuliah "pelengkap", tapi salah satu skill inti yang akan terus kepakai di dunia kerja nanti.

Apa Saja yang Akan Kita Pelajari?

Selama satu semester, materi kuliah ini dirancang seimbang antara dua sisi besar:

  • Sisi Testing, mulai dari konsep dan prinsip dasar pengujian, teknik merancang test case (black-box maupun white-box), praktik unit testing dan integration testing, system testing, User Acceptance Testing (UAT), sampai pengenalan test automation dan pengelolaan bug/defect.
  • Sisi Implementasi, mencakup strategi penerapan sistem (direct, parallel, pilot, phased), migrasi dan validasi data dari sistem lama ke sistem baru, perencanaan pelatihan pengguna, dokumentasi, manajemen perubahan, hingga evaluasi setelah sistem berjalan (post-implementation review).
Kita akan belajar bukan cuma teori, tapi juga praktik langsung menggunakan tools yang umum dipakai di industri, dan menutup semester dengan proyek akhir kelompok berupa dokumen test plan dan rencana implementasi untuk studi kasus sistem nyata.

Bagaimana Cara Belajarnya?

Setiap pertemuan akan membahas satu topik dengan kombinasi:

  • Penjelasan konsep di kelas, disertai studi kasus dan contoh nyata dari industri.
  • Praktikum menggunakan tools pengujian (seperti JUnit/PHPUnit, Selenium, Postman, Jira) untuk topik-topik tertentu.
  • Diskusi dan latihan mandiri di setiap pertemuan, supaya konsep yang dipelajari benar-benar melekat, bukan cuma dihafal semalam sebelum ujian.
Materi per pertemuan, mulai dari modul ajar, tugas, sampai pengumuman, akan saya bagikan secara bertahap di blog ini, jadi pastikan kamu cek halaman ini secara berkala ya. Sampai jumpa di pertemuan pertama!

👉 Modul Pertemuan Silahkan Download disini 👏


Main ke Kampus Tetangga: Cerita Berbagi AI dan Smart Lab di FKIP Universitas Jambi

Hari Selasa, 11 Agustus 2026 kemarin menjadi hari yang sangat berkesan buat saya. Sebagai dosen Sistem Informasi di UIN STS Jambi, saya mendapatkan kehormatan luar biasa untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara "Workshop Transformasi Laboratorium Pendidikan MIPA Berbasis AI, IoT, dan Educational Robotics menuju Smart Laboratory Abad 21 Pada Laboratorium Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam FKIP Universitas Jambi 2026".
Acara keren ini diselenggarakan di Ruang Aula lantai 3, Gedung Unifac Universitas Jambi. Suasana aulanya hangat sekali, dipenuhi para dosen, guru-guru hebat, pranata laboratorium, hingga adik-adik mahasiswa yang sangat antusias untuk membawa laboratorium mereka melompat ke masa depan.

Pagi yang Inspiratif: Robotika dan Roadmap Laboratorium.

Acara dibuka dengan sangat hangat oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Supian, S.Ag, M.Ag., yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan 3 FKIP UNJA, Prof. Dr. Drs. Hendra Sofyan, M.Si. Setelah jeda kopi (coffee break) singkat, sesi pertama dimulai oleh rekan narasumber saya yang luar biasa, Pak Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs., dengan moderator Ibu Dian Pertiwi Rasmi, S.Pd., M.Pd.. Beliau mengupas tuntas tentang implementasi Educational Robotics dan bagaimana menyusun peta jalan (roadmap) menuju Smart Laboratory PMIPA. Seru banget melihat bagaimana teknologi robotika mulai dirancang untuk memudahkan berbagai eksperimen ilmiah di laboratorium sekolah maupun kampus!

Sesi Siang: Memasak Data dengan "Asisten Koki" AI 

Setelah beristirahat dan makan siang (ISHOMA), tibalah giliran saya naik ke atas panggung di Sesi II. Didampingi moderator yang luar biasa, Pak Doni Lopian Hendri, M.Pd., saya membawakan materi utama bertajuk "Transformasi Laboratorium Pendidikan MIPA Menuju Smart Laboratory Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT)".
Saya ingin sesi ini berjalan santai dan interaktif tanpa kesan kaku atau terlalu teoritis. Karena itu, saya memperkenalkan dua "asisten masa depan" yang siap mengubah cara kita memperlakukan data eksperimen dan mengelola pengetahuan di lab:

Google Colab Data Science Agent: Sang "Asisten Koki" Dapur Data.

Bagi sebagian besar praktikan atau guru, mendengar istilah "analisis data" atau "coding Python" di Google Colab mungkin terdengar mengerikan. Di sini saya mengenalkan analogi sederhana agar lebih mudah dipahami:Google Colab itu ibarat dapur tempat kita memasak data.Data Science Agent (berbasis Gemini) adalah Asisten Koki berpengalaman yang siap membantu kita.
Kita tidak perlu pusing menulis kode pemrograman dari nol. Cukup beri instruksi yang jelas dengan rumus 3K (Konteks, Keinginan, dan Batasan), maka sang asisten koki akan menuliskan kode Python otomatis, menyiapkan resep, memotong bahan, hingga memasaknya. Tugas kita sebagai "kepala koki" tinggal mencicipi dan memastikan hasilnya sudah pas!
Banyak peserta yang sempat khawatir: "Pak Yerix, apakah aman jika AI membaca seluruh data sensitif penelitian kami?" Tentu saja aman! Saya jelaskan bahwa agen AI ini bekerja sangat sopan. Dia tidak menguras seluruh privasi file kita, melainkan hanya membaca "kartu nama data" saja—seperti nama kolom, tipe data, dan beberapa baris sampel paling atas. Sangat efisien dan aman!

Gemini Notebook: Si "Siswa B" yang Setia pada Sumber Data 

Selain mengolah data eksperimen, tantangan besar di laboratorium adalah menumpuknya dokumen penelitian, jurnal ilmiah, dan panduan praktikum. Untuk itu, saya memperkenalkan Gemini Notebook (yang sebelumnya kita kenal dengan nama NotebookLM).
Saya mengajak peserta membayangkan analogi dua tipe siswa menghadapi ujian:

  • Siswa A (AI Biasa): Belajar dengan membaca miliaran buku di internet. Jawabannya bisa sangat pintar, tetapi rentan mengarang bebas atau berhalusinasi saat ditanya hal spesifik.
  • Siswa B (Source-Grounded AI / Gemini Notebook): Masuk ruang ujian hanya membawa dokumen spesifik yang kita letakkan di mejanya. Dia dilarang keras menjawab di luar materi tersebut, dan setiap kali menjawab, dia wajib menunjukkan kalimat dan halaman berapa yang menjadi alasannya (dilengkapi sitasi langsung yang bisa diklik!).

Peserta sangat bersemangat saat kami melakukan demonstrasi fitur-fitur canggih di Studio Panel. Hanya dengan beberapa klik, dokumen lab yang tebal bisa disulap secara instan menjadi:
  • Audio Overview: Rangkuman berformat diskusi podcast santai antara dua host AI yang asyik didengar di perjalanan.
  • Mind Map & Slide Deck: Memetakan keterkaitan konsep yang rumit dan menyusun draf presentasi dalam hitungan detik.
  • Quiz & Flashcards: Alat evaluasi cepat untuk menguji pemahaman praktikan.
Kami juga mempraktikkan alur kerja manajemen ide dengan fitur Save to Note dan Combine Notes. Dari hasil diskusi chat, poin-poin penting langsung disimpan dan digabungkan menjadi draf laporan riset laboratorium yang utuh dan siap pakai.

Refleksi Akhir: Langkah Nyata Menuju Laboratorium Abad 21 

Setelah pemaparan, kami melanjutkan dengan sesi tanya jawab, refleksi bersama, dan penutupan. Bahagia sekali rasanya melihat binar kepuasan dan ide-ide baru yang bermunculan dari para peserta. Transformasi menuju Smart Laboratory abad ke-21 bukan lagi sekadar impian atau wacana di atas kertas, melainkan langkah nyata yang sedang kita bangun bersama hari ini.
Terima kasih banyak untuk segenap pimpinan FKIP Universitas Jambi, panitia pelaksana yang luar biasa ramah, dan tentunya seluruh peserta yang hadir dengan energi positif yang menular. Sampai jumpa di kolaborasi dan petualangan teknologi berikutnya!


Mengenal Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi

Di era digital, kegagalan sebuah sistem informasi sering kali bukan disebabkan oleh teknologi, melainkan karena kesalahan memahami kebutuhan pengguna sejak awal. Dari sinilah peran penting mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi bermula.

Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan cara berpikir analis sistem, yaitu kemampuan memahami permasalahan organisasi, memetakan proses bisnis, serta menerjemahkannya menjadi rancangan sistem informasi yang terstruktur dan tepat sasaran. Mahasiswa tidak langsung diajak membuat aplikasi, melainkan belajar memahami masalah sebelum menawarkan solusi.

Dalam perkuliahan ini, mahasiswa akan mempelajari konsep dasar sistem dan sistem informasi, teknik analisis kebutuhan pengguna, serta perancangan sistem menggunakan berbagai model seperti UML. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan peran analis sistem sebagai penghubung antara pengguna, manajemen, dan tim pengembang.

Melalui studi kasus dan proyek berbasis masalah nyata, mata kuliah ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, logis, dan komunikatif—kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya bagi calon analis sistem, pengembang aplikasi, maupun perancang solusi digital. Mata kuliah ini juga menjadi fondasi penting bagi mata kuliah lanjutan dan tugas akhir.

Singkatnya, Analisa dan Perancangan Sistem Informasi bukan tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi seberapa tepat solusi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Download dokumen perkuliahan


==========================================================================
NUMPANG IKLAN !! 😀
==========================================================================

👆👆👆👆
==========================================================================
Dasar Pemrograman Python untuk Mahasiswa Sains Informasi Geografi

Di era data dan teknologi digital, kemampuan pemrograman bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Mahasiswa Sains Informasi Geografi berhadapan dengan data, analisis, dan pemodelan yang menuntut cara berpikir logis dan sistematis. Oleh karena itu, mata kuliah Dasar Pemrograman dirancang sebagai pintu masuk untuk membangun kemampuan tersebut melalui bahasa pemrograman Python.

Python dipilih karena memiliki sintaks yang sederhana, mudah dipahami, dan sangat ramah bagi pemula. Mahasiswa dapat langsung fokus pada logika dan penyelesaian masalah tanpa terbebani oleh aturan teknis yang rumit. Pendekatan ini sesuai dengan rekomendasi pembelajaran pemrograman untuk pemula yang menekankan kemudahan belajar dan kejelasan konsep sejak awal.

Tujuan dan Rencana Capaian Mata Kuliah

Mata kuliah Dasar Pemrograman disusun menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Artinya, seluruh proses pembelajaran diarahkan pada capaian yang jelas dan terukur. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar pemrograman dan computational thinking, menerapkan sintaks serta struktur dasar Python, dan mengembangkan program Python sederhana untuk mendukung pengolahan data, khususnya yang relevan dengan Sains Informasi Geografi.

Capaian ini dirancang secara bertahap, mulai dari memahami konsep, mempraktikkan penulisan kode, hingga mampu membangun solusi sederhana secara mandiri. Pendekatan bertahap ini mengikuti Taksonomi Bloom Revisi, sehingga mahasiswa tidak “melompat jauh”, tetapi berkembang secara sistematis sesuai tahap belajarnya .

Bagaimana Mata Kuliah Ini Dijalankan?

Mata kuliah ini tidak mengasumsikan mahasiswa sudah bisa coding. Pembelajaran dimulai dari nol, dengan mengenalkan cara berpikir algoritmik dan konsep input–process–output. Setelah itu, mahasiswa secara perlahan diperkenalkan pada Python, mulai dari menulis program sederhana, menggunakan variabel dan tipe data, hingga mengelola alur program dengan percabangan dan perulangan.

Proses belajar lebih banyak dilakukan melalui praktik langsung. Mahasiswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga menulis kode, menjalankan program, memperbaiki kesalahan, dan melihat hasilnya secara nyata. Pendekatan learning by doing ini membantu mahasiswa lebih cepat memahami konsep dan membangun kepercayaan diri dalam menulis program.

Keterkaitan dengan Sains Informasi Geografi

Walaupun bersifat dasar, mata kuliah ini tidak dilepaskan dari konteks keilmuan mahasiswa. Studi kasus dan mini project diarahkan pada pengolahan data sederhana yang dekat dengan dunia geografi, seperti data numerik, atribut, atau koordinat. Dengan cara ini, mahasiswa memahami bahwa pemrograman bukan tujuan akhir, melainkan alat bantu untuk analisis data dan pemecahan masalah di bidang geospasial.

Pendekatan kontekstual ini penting agar mahasiswa tidak melihat pemrograman sebagai mata kuliah “terpisah”, tetapi sebagai fondasi yang akan digunakan kembali pada mata kuliah lanjutan seperti Sistem Informasi Geografis, analisis data spasial, penginderaan jauh, hingga WebGIS.

Mengapa Mata Kuliah Ini Penting?

Mata kuliah Dasar Pemrograman berperan sebagai pondasi kompetensi digital bagi mahasiswa. Kemampuan menulis program sederhana melatih cara berpikir logis, terstruktur, dan berbasis data. Lebih dari sekadar menulis kode, mahasiswa belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis dan efisien.

Dengan bekal dasar Python, mahasiswa Sains Informasi Geografi diharapkan lebih siap menghadapi tantangan pengolahan data dan transformasi digital, baik dalam studi lanjutan maupun di dunia kerja. Mata kuliah ini menjadi langkah awal untuk membangun literasi komputasi yang semakin dibutuhkan di berbagai bidang keilmuan.

Penutup

Dasar Pemrograman bukan tentang menjadi programmer profesional dalam satu semester, melainkan tentang membangun cara berpikir komputasional yang kuat. Dengan pendekatan OBE, pembelajaran yang bertahap, dan konteks yang relevan dengan geografi, mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan fondasi yang kokoh bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia data dan teknologi yang terus berkembang.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Download dokumen perkuliahan





Mengisi Workshop Digitalisasi HMPS Sejarah Peradaban Islam: Pemanfaatan Digital Humanities dalam Penelitian Sejarah

Pada tanggal 10 Desember 2025, saya berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN STS Jambi. Dalam kesempatan ini, saya membawakan materi bertajuk "Merekonstruksi Masa Lalu dengan Teknologi Masa Depan".

Fokus utama pembahasan adalah pengenalan Digital Humanities (DH), sebuah ranah interdisipliner yang menggabungkan metode komputasi dengan ilmu humaniora. Sebagai dosen Sistem Informasi, saya melihat potensi besar kolaborasi antara teknologi dan ilmu sejarah.

Dalam sesi ini, saya mendemonstrasikan beberapa penerapan praktis teknologi untuk penelitian sejarah, antara lain:
  • Historical GIS: Memetakan lokasi bersejarah secara digital.
  • Social Network Analysis (SNA): Memvisualisasikan jaringan sanad dan hubungan tokoh sejarah menggunakan data.
  • Text Mining: Menggunakan alat seperti Voyant Tools untuk membaca pola dalam ribuan naskah arsip secara cepat.
Tujuan dari materi ini adalah membuka wawasan mahasiswa bahwa sejarah di era digital tidak lagi sebatas narasi tekstual. Dengan bantuan teknologi, data sejarah dapat diolah menjadi visualisasi yang lebih interaktif dan mendalam.

Foto bersama HMPS SPI

Terima kasih kepada HMPS SPI atas undangannya. Saya berharap ini menjadi langkah awal kolaborasi riset antara Fakultas Sains & Teknologi dengan Fakultas Adab & Humaniora.


Mahasiswa Sistem Informasi : Panduan Menyusun Dokumen Software Requirement Specification (SRS)
Sumber gambar : Google

Saat kamu mulai mengembangkan sebuah sistem atau aplikasi, hal pertama yang harus dipastikan adalah: apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pengguna? Nah, di sinilah pentingnya Software Requirement Specification (SRS).

Bagi mahasiswa Sistem Informasi, memahami cara menyusun dokumen SRS bukan hanya berguna untuk tugas kuliah seperti RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), tapi juga bekal penting saat kamu nanti terjun di dunia kerja sebagai analis sistem, software engineer, atau project manager.

Apa Itu SRS?

SRS (Software Requirement Specification) adalah dokumen yang menjelaskan secara detail kebutuhan perangkat lunak yang akan dikembangkan. Dokumen ini menjadi “jembatan komunikasi” antara klien (user) dan tim pengembang (developer), sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang sistem yang akan dibangun.

Mengapa SRS Penting?

  • Mengurangi miskomunikasi antara stakeholder dan developer.
  • Menjadi acuan utama dalam pengembangan, pengujian, dan pemeliharaan sistem.
  • Mempermudah estimasi waktu dan biaya proyek.
  • Dokumentasi permanen jika suatu saat perlu dilakukan pengembangan lanjutan.

Struktur Umum Dokumen SRS

Berikut struktur umum penyusunan dokumen SRS yang bisa kamu ikuti:

1. Pendahuluan : Menjelaskan latar belakang proyek, tujuan sistem, dan ruang lingkup. Misalnya:
  • Judul proyek
  • Deskripsi sistem
  • Tujuan pengembangan
  • Referensi dokumen lain (misalnya dokumen studi kelayakan)
2. Deskripsi Umum : Bagian ini berisi pemaparan awal tentang sistem:
  • Fungsi utama sistem
  • Karakteristik pengguna
  • Batasan sistem
  • Asumsi dan ketergantungan
3. Kebutuhan Fungsional : Yaitu fitur-fitur yang harus dimiliki sistem. Ditulis per poin, misalnya:
  • Pengguna dapat melakukan login.
  • Admin dapat mengelola data pengguna.
  • Sistem mengirim notifikasi email saat ada transaksi.
4. Kebutuhan Non-Fungsional : Menjelaskan syarat teknis sistem, seperti:
  • Performa sistem (misalnya respon maksimal 2 detik)
  • Keamanan (contoh: login menggunakan enkripsi)
  • Ketersediaan sistem (misalnya uptime 99%)
5. Antarmuka Sistem : Gambaran awal tampilan sistem atau interaksinya:
  • Antarmuka pengguna (UI/UX)
  • Antarmuka perangkat keras atau eksternal (misalnya API atau alat input)
6. Lampiran : Tambahan informasi seperti:
  • Glosarium istilah teknis
  • Diagram use case, flowchart, atau ERD
  • Mockup atau wireframe
Dalam menulis dokumen SRS, penting bagi mahasiswa untuk menggunakan bahasa yang jelas, lugas, dan tidak ambigu agar mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat, baik teknis maupun non-teknis. Kebutuhan sistem sebaiknya ditulis dari sudut pandang pengguna, bukan hanya dari sisi teknis pengembang, agar fungsi sistem benar-benar relevan dan sesuai harapan user. Selain itu, konsistensi format dan penggunaan template yang terstruktur akan mempermudah pembacaan dan pengelompokan informasi dalam dokumen. Terakhir, jangan lupa untuk selalu mendiskusikan dan memvalidasi isi dokumen dengan dosen pembimbing, pengguna, atau stakeholder proyek lainnya agar SRS yang disusun benar-benar akurat dan sesuai kebutuhan.

Download contoh SRS

Mahasiswa Magang Prodi Sistem Informasi UIN STS Jambi Kembangkan Aplikasi "ADBIRA" di Biro Kesra Setda Provinsi Jambi

Jambi
- Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi telah berhasil menyelesaikan program magang selama empat bulan di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kemasyarakatan Provinsi Jambi. Sebagai buah tangan, mereka mengembangkan sebuah sistem informasi inovatif bernama ADBIRA (Aplikasi Digital Biro Kesra) yang bertujuan untuk merevolusi sistem pengelolaan surat di instansi tersebut.

Kegiatan magang yang berlangsung dari 11 Februari hingga 11 Juni 2025 ini diikuti oleh M Fikri, Rhois Aghil, Dimas Kurniawan, dan Zam Zami Sihombing. Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Yerix Ramadhani, M.Kom., para mahasiswa ini tidak hanya menyerap pengalaman kerja praktis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan efisiensi administrasi pemerintahan.


Yerix Ramadhani, M.Kom., selaku dosen pembimbing, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian para mahasiswanya. "Program magang ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat, dalam hal ini di lingkungan pemerintahan," ujarnya.

Ia menambahkan, "Pengembangan Aplikasi Digital Biro Kesra (ADBIRA) ini adalah puncak dari dedikasi dan kerja keras mereka. Sistem ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan dalam pengelolaan surat-menyurat di Biro Kesra yang selama ini masih dilakukan secara konvensional."

ADBIRA merupakan sistem informasi pengelolaan surat masuk berbasis web yang dirancang untuk mempermudah proses pencatatan, pengarsipan secara digital, hingga proses disposisi surat masuk secara lebih sistematis dan terukur. Dengan adanya aplikasi ini, alur persuratan di Biro Kesra Setda Provinsi Jambi diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Fitur-fitur utama yang ditawarkan oleh ADBIRA antara lain:
  • Pencatatan Surat Masuk Digital: Menggantikan buku agenda manual dengan input data yang terkomputerisasi.
  • Pengarsipan Digital: Seluruh surat fisik di-scan dan diunggah ke dalam sistem, sehingga memudahkan pencarian dan mengurangi risiko kehilangan dokumen.
Kehadiran ADBIRA disambut baik oleh pihak Biro Kesra Setda Provinsi Jambi. Diharapkan, aplikasi ini dapat menjadi proyek percontohan untuk digitalisasi administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.


Dengan berakhirnya program magang ini, keempat mahasiswa tersebut tidak hanya kembali ke kampus dengan membawa pengalaman berharga, tetapi juga meninggalkan jejak inovasi teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan tata kelola pemerintahan di Provinsi Jambi. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti kompetensi dan kualitas mahasiswa Prodi Sistem Informasi UIN STS Jambi dalam menjawab tuntutan era digital.
Algoritma Sorting
Sumber : quizizz.com

Algoritma memiliki keterkaitan yang erat dengan pemrograman komputer. Salah satu contohnya dalam pemrograman adalah algoritma Sorting atau pengurutan data. Berbagai jenis algoritma sorting telah dikembangkan karena proses pengurutan ini sangat mendasar dan sering digunakan. Oleh karena itu, memahami algoritma sorting menjadi sangat penting. Berikut ini penjelasan mengenai algoritma sorting dan jenis-jenisnya.

Apa itu Algoritma Sorting ?

Sorting adalah proses mengurutkan sejumlah data berdasarkan nilai kunci tertentu. Pengurutan ini bisa dilakukan dari nilai terkecil ke terbesar (ascending) atau dari terbesar ke terkecil (descending). Algoritma sorting adalah metode yang digunakan untuk mengurutkan data atau elemen-elemen dalam suatu kumpulan data secara teratur. Dalam pemrograman, algoritma sorting menjadi salah satu konsep penting karena bertujuan untuk mengatur data yang awalnya tidak teratur menjadi berurutan, terutama untuk data bertipe numerik atau karakter.

Apa saja jenis Algoritma Sorting itu ?

Bubble Sort

Sebagaimana dari namanya “bubble”, konsep dari ide dasarnya adalah seperti “gelembung air” yang secara berangsur-angsur bergerak atau berpindah ke posisinya yang tepat. Bubble sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya. Cara kerjanya adalah dengan berulang-ulang melakukan traversal (proses looping) terhadap elemen-elemen struktur data yang belum diurutkan. Di dalam traversal tersebut, nilai dari dua elemen struktur data dibandingkan, apabila datanya belum urut maka akan dilakukan pertukaran. Maka, dapat dikatakan bahwa membandingkan masing-masing item dalam suatu data yang diberikan secara berpasangan merupakan konsep dari algoritma jenis bubble sort. Bubble sort akan berhenti ketika seluruh array telah diperiksa dan tidak ada pertukaran lagi yang bisa dilakukan, serta tercapai perurutan yang telah diinginkan.

Insertion sort

Salah satu algoritma sorting yang paling sederhana adalah insertion sort, di mana jenis ini dianalogikan seperti mengurutkan kartu, selembar demi selembar kartu diambil dan disisipkan (insert) ke tempat yang seharusnya. Algoritma insertion sort pada dasarnya memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan dan yang sudah diurutkan. Cara kerja algoritma insertion adalah dengan dilakukan iterasi, di mana pada setiap iterasi insertion sort memindahkan nilai elemen, kemudian menyisipkannya berulang-ulang sampai ke tempat yang tepat. Dari proses iterasi, maka terbentuklah bagian yang telah diurutkan dan bagian yang belum urut. Hal ini terus berlangsung sampai tidak ada elemen tersisa di input. Jenis algoritma ini cocok digunakan untuk mengurutkan data yang jumlahnya sedikit.

Selection sort

Pada dasarnya, konsep algoritma selection sort adalah melakukan beberapa kali pass untuk melakukan penyeleksian elemen struktur data. Untuk setiap proses, akan dicari elemen-elemen yang belum diurutkan yang memiliki nilai terkecil atau terbesar akan ditukar ke posisi yang tepat di dalam array. Selama proses, pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja, pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses.

Merge sort

Merge sort berfungsi untuk mengurutkan sebuah array berisi nilai-nilai yang acak dengan cara mengurutkan sebagian dari array terlebih dahulu sebelum mengurutkan semua array secara keseluruhan. Metode pengurutan merge sort menggunakan pola divide and conquer, di mana strateginya dengan cara membagi sekelompok data yang akan diurutkan menjadi beberapa kelompok kecil, terdiri dari maksimal dua nilai untuk dibandingkan dan digabungkan lagi secara keseluruhan Algoritma ini melakukan pembagian struktur data sebelum kemudian dioperasi satu persatu, jenis algoritma ini cocok digunakan untuk mengurutkan data yang jumlahnya besar.

Quick sort

Seperti namanya, algoritma ini termasuk algoritma yang cukup baik dan cepat, di mana adanya pemilihan nilai tengah yang baik sehingga tidak memperlambat proses sorting secara keseluruhan. Quick sort juga biasa disebut dengan exchange sort, karena konsepnya dasarnya yang membuat partisi-partisi dan pengurutan yang dilakukan pada setiap partisi. Sama seperti merge sort, algoritma jenis ini cocok ketika digunakan untuk mengurutkan data yang sangat banyak.

Demikian penjelasan umum mengenai algoritma sorting.

Sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2023/09/19/030000969/pengertian-dan-jenis-jenis-algoritma-sorting



Dosen Pembimbing Lapangan Mengadakan Monitoring dan Evaluasi Mahasiswa KKN di Desa Sidomukti

Sidomukti, 14 September 2024 - Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 64 Tahap II mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidomukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan penilaian terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN yang berlangsung sejak Agustus 2024.

Dalam kunjungan tersebut, DPL, Yerix Ramadhani,M.Kom memberikan arahan serta evaluasi terhadap progres yang telah dicapai oleh mahasiswa selama menjalankan program KKN. “Kami melihat adanya antusiasme yang tinggi dari mahasiswa dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Sidomukti, namun tetap perlu ada perbaikan dan peningkatan dalam beberapa aspek agar hasilnya lebih optimal,” ujar Yerix.

Program yang dijalankan mahasiswa mencakup akselerasi SDGs desa dengan fokus desa peduli lingkungan darat. Salah satu program unggulan yang telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat adalah pelatihan ecobrick dalam mewujudkan desa Sidomukti ramah lingkungan. Selain itu, program-program keagamaan, pendidikan dan literasi digital bagi pelajar di desa tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga.


Mahasiswa KKN mengaku kegiatan monitoring ini sangat membantu mereka untuk lebih fokus dalam menyelesaikan tugas-tugas yang masih belum tercapai. “Masukan dari DPL sangat kami hargai dan akan menjadi motivasi bagi kami untuk menyempurnakan program-program yang sedang kami jalankan,” kata salah satu mahasiswa peserta KKN.

Sekretaris Desa Sidomukti, Adi Setyawan,S.Pd., juga menyampaikan apresiasinya atas program-program mahasiswa KKN yang dianggap memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Sidomukti.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat desa.
Struktur Data dan Algoritma

 

Sumber gambar: ids.ac.id


Struktur data dan algoritma adalah dua konsep fundamental dalam ilmu komputer yang saling berkaitan dan menjadi dasar dari pemrograman. Memahami keduanya sangat penting untuk mengembangkan aplikasi yang efisien dan dapat diskalakan. Pentingnya memahami struktur data dan algoritma yaitu : 

  • Efisiensi: Memilih struktur data dan algoritma yang tepat dapat membuat program berjalan lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit sumber daya.
  • Pemecahan Masalah: Memahami algoritma membantu dalam memecahkan masalah dengan cara yang lebih terstruktur dan logis.
  • Dasar untuk Topik Lain: Banyak konsep lanjutan dalam ilmu komputer, seperti kecerdasan buatan dan analisis data, bergantung pada pemahaman yang kuat tentang struktur data dan algoritma.
Dengan pemahaman yang kuat tentang struktur data dan algoritma, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak.

Berikut beberapa materi perkulihan tata kelola TI  :
Sumber referensi :



Tata Kelola Teknologi Informasi
Sumber gambar: dosen.perbanas.id

Teknologi informasi (TI) saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi hampir semua organisasi perusahaan baik pemerintahan maupun swasta. TI sebagai penunjang dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses kinerja. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu pengelolaan TI yang baik dan benar, sehingga keberadaan TI dirasakan termanfaatakan oleh organisasi.

Dengan tata kelola TI di dalam suatu organisasi perusahaan, semua aktifitas TI yang ada dapat berjalan secara sistematis, terkendali dan efektif. Bahkan pada menciptakan efisiensi dengan sendirinya mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing. Luaran dari tata kelola TI yang baik tersebut hanya dapat dicapai jika tata kelola tersebut dikembangkan dengan menggunakan IT Framework berstandar internasional, misalnya dengan mengimplementasikan COBIT, IT-IL Management, COSO, ISO IT Security dan sebagainya.

Maka dapat disimpulkan, bahwa tujuan dibangunnya tata kelola TI yang baik adalah menyelaraskan sumber daya TI yang sudah diinvestasikan dengan strategi organisasi dengan menggunakan kerangka kerja berstandar internasional.

Berikut beberapa materi perkulihan tata kelola TI  :
Sumber referensi :


Implementasi dan Maintance Sistem


Dalam proses akhir dari pengembangan sebuah sistem yaitu melakukan implementasi dan pemeliharaan. Berikut materi yang akan kita dalami dalam pertemuan implementasi dan maintance sistem Download 

Pengujian Aplikasi Berorientasi Objek

Strategi pengujian perangkat lunak klasik dimulai dengan pengujian kecil dan bekerja keluar menuju pengujian besar. Dalam pengujian OO dimulai dengan pengujian unit kemudian berlanjut ke pengujian integrasi dan berakhir dengan validasi dan pengujian sistem. 

  • Pengujian unit

Unit terkecil yang dapat diuji di dalam perangkat lunak OO adalah kelas. Pengendalian kelas dikendalikan oleh operasi-operasi yang terenkapsulasi dalam kelas dan perilaku state dari kelas tersebut

  • Pengujian integrasi
Pengujian integrasi terhadap perangkat lunak OO menguji sekumpulan kelas yang diperlukan untuk memberikan respons terhadap sebuah event yang diberikan.
  • Pengujian validasi
Validasi perangkat lunak OO berfokus pada aksi-aksi yang terlihat oleh pengguna dan keluaran-keluaran yang dikenali oleh pengguna sistem tersebut. Validasi menggunakan use case, untuk menyediakan skenario yang kemungkinan besar menemukan kesalahan dalam kebutuhan interaksi pengguna. Metode black box testing dapat juga digunakan untuk mengendalikan pengujian validasi.

Metode perancangan use case untuk perangkat lunak OO telah disarankan oleh Berrard (Ber93) :
- Setiap test case harus diidentifikasi secara unik dan secara eksplisit terkait dengan kelas yang diuji
- Tujuan pengujian harus dinyatakan
- Daftar-daftar langkah pengujian harus dikembangkan untuk setiap pengujian dan harus berisi : daftar keadaan, daftar massage, daftar eksepsi, daftar kondisi eksternal dan informasi tambahan.

Materi perkuliahan : Download

Referensi : Buku RPL Roger S.Pressman Edisi 7  Bab.19 Pengujian Aplikasi-aplikasi berorientasi objek E-Book

Transintegrasi Ilmu 2023, Digital Marketing for Beginners

 


Pada kesempatan perkuliahan tranintegrasi ini, saya akan membagikan materi tentang Digital Marketing for Beginner by Janet Valentina. Dalam materi ini janet memaparkan mengenai apa itu digital marketing, bagaimana digital marketing bekerja, bagaimana karir di digital marketing dan bagaimana keadaan digital marketing secara global dan juga di Indonesia. Bagi mahasiswaberminat untuk mendalami digital marketing, mari bergabung dengan sumber pelatihan online seperti google dan facebook resource, platform pembelajaran online, bergabung dengan komunitas online digital marketing dan lewat buku-buku digital marketing beredar luas. Banyak sumber yang bisa kita manfaatkan, selagi keinginan untuk belajar itu masih ada. Selalu penasaran dengan ilmu baru, selalu update perkembangannya, dan berani mencoba.

Link Materi : Download

Absensi zoom : Link absen

Tim 19





Tim 13





Pengembangan Perangkat Lunak

Agenda pembelajaran Pengembangan Perangkat Lunak

  • Sumber perangkat lunak aplikasi.
  • Mengorganisir proyek pengembangan perangkat lunak.
  • Merancang dan memprogram perangkat lunak.
  • Mengukur produktivitas dalam pengembangan perangkat lunak.
  • Memproduksi perangkat lunak berkualitas tinggi.
  • Merencanakan proyek siklus hidup pengembangan perangkat lunak.

Materi : Download

Materi tambahan : Link Link 2

Pengumpulan Tugas 1 : Link Tugas

Pengumpulan Tugas 2 : Link

Pengumpulan Tugas 3 : Link

Contoh RFP : Download